Sebagian rakyat Palestina yang di jalan-jalan berpendapat sama, siapapun yang menang, mereka pembunuh rakyat Palestina, katanya
Hidayatullah.com--Pantauan media asing menyebutkan, kedua kelompok berpengaruh, antara sekuler Fatah dan Hamas sama-sama skeptis melihat hasil Pemilu Israel. Menurut mereka, siapapun yang menjadi pemenang dan berkuasa, tak akan merobah apapun di Palestina. Kesan serupa juga nampak dari pendapat masyarakat Palestina baik di Gaza atau di Ramalah.
“Semua pemerintah mereka adalah pembunuh," kata seorang laki-laki dikutip website ABC. "Mereka sedang berbicara tentang semboyan perdamaian dan perdamaian, tetapi mereka tidak pernah melaksanakan apapun terhadap perdamaian.”
"Tetapi pembunuhan dan perusakan adalah kebijakan utama negara Israel dan menteri-mentrinya ."
Juru runding senior Palestina, Saeb Erekat mengatakan, siapapun membentuk pemerintah baru Israel tidak akan dapat merubah perdamaian apapun dengan Palestina.
Sementara juru bicara Hamas mengatakan, tak ada bedanya Israel dipimpin siapapun. Bagi mereka , tidak ada perbedaan antara Tzipi Livni, Ehud Barak, Avigdor Lieberman atau Benjamin Netanyahu.
Bagi mereka, semuanya telah melakukan pembunuhan missal terhadap bangsa Palestina, demikian dikutip ABC. [abc.net.au/cha/www.hidayatullah.com]
Read More..
Rabu, 11 Februari 2009
Jumat, 30 Januari 2009
GEMA MANASIK HAJI AULAD 1430 H

Pada Hari Minggu, 25 Januari 2009 sejauh mata memandang hamparan putih menyejukkan pandangan,suara takbir, tahmid dan tahlil bergema...ada apa ya...??.Ternyata pada hari itu di Desa Pendem Junrejo Kota Batu, dipadati ratusan jamaah haji aulad. Acara yang diadakan LPPTKA Junrejo dan Forum Ukhuwah Ustad/Ustadah Desa Pendem ini diikuti berbagai anak - anak TPA se- Kec. Junrejo, Kota Batu, berlangsung sangat hidmad dan meriah.
"Acara ini terselenggara sebagai media pembelajaran bagi santriwan/santriwati TK, RA dan TPQA terhadap salah satu rukun Islam, yaitu haji. Dan agenda ini rutin diadakan setiap tahunnya bergilir di setiap desa wilayah Kecamatan Junrejo. Kebetulan tahun ini giliran Desa Pendem sebagai tuan rumah." Demikian pernyataan Ketua Manasik Haji Aulad
Yang namanya anak - anak ada saja tingkah mereka, sehingga tidak sedikit warga yang menyaksikan jadi gemes dan tertawa melihatnya. Karena lapangan habis terkena hujan, anak-anak semakin senang dibuatnya.
Dibawah ini sebagian foto- foto yang bisa saya upload :
























Read More..
Minggu, 25 Januari 2009
Gerhana Matahari Cincin Akan Terjadi 26 Januari 2009
Mengutip bmg.go.id, jalur lintasan Gerhana Matahari Cincin dimulai dari Samudera Hindia sekitar selatan perairan benua Afrika pukul 13.06 WIB. Kemudian menelusuri Samudera Hindia, daratan Sumatera bagian Selatan, Jawa paling barat, Kalimantan Barat-Tengah-Timur, sebagian propinsi Gorontalo sebelum berakhir di perairan Selatan Mindanao, Philipina pukul 16.52 WIB.
Wilayah Indonesia yang pertama kali kontak dengan sentral gerhana adalah Pulau Engganau. Puncak gerhana terjadi dimana bayang-bayang bulan akan menutupi 92,82% permukaan matahari pada pukul 08.00 GMT atau pukul 15.00 WIB yang berada tengah Samudra Hindia.
Secara umum Gerhana Matahari Cincin kali ini akan terjadi pada sepanjang 14.500 km dengan lebar jalur bayang-bayang bulan yang menutupi sinar matahari selebar 280 km atau melewati 0,9% luas seluruh permukaan bumi dengan lama gerhana 3 jam 46 menit.
Tempat-tempat lain di Indonesia mulai dari Sabang sampai Meraoke bisa melihat kejadian ini, walaupun hanya melihat gerhana sebagian saja, tidak presisi seperti pada kota-kota yang dilintasi secara sentral tersebut.
Gerhana matahari terjadi apabila bulan menutupi atau menghalangi cahaya matahari yang menuju ke bumi. Dimana posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari.
Gerhana matahari ada tiga jenis, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari cincin dan gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari total apabila pada saat kejadian gerhana diameter bulan lebih besar dari pada diameter matahari sehingga matahari bisa tertutup secara kesuluruan. Gerhana matahari cincin, terjadi apabila pada saat kejadian gerhana, diameter bulan lebih kecil dari diameter matahari sehingga tidak tertutup secara keseluruan dan membentuk sebuah cincin yang melingkar. Sedangkan gerhana matahari sebagian dimana bulan tidak presisi untuk menutupi matahari, sehingga matahari terlihat sebagian saja.
Semi diameter (jari-jari angular) bulan pada saat Gerhana Matahari Cincin kali ini adalah 00 14' 51.6'' sedang semi diameter (jari-jari angular) matahari 00 16' 14.6'' karena semi diameter bulan lebih kecil dari pada semi diameter matahari, maka gerhana kali ini disebut Gerhana Matahari Cincin
BMG mengimbau, masyarakat yang hendak melihat gerhana tidak boleh langsung menatap matahari, karena dapat merusak penglihatan oleh karenanya harus menggunakan peralatan pengaman seperti kamera berfilter atau peralatan lainnya seperti film negatif beberapa lapis, film dalam disket, kaca mata las, dan lainnya. Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)

