Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label PARENTING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PARENTING. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Maret 2010

"Anakku Inilah cinta inilah ikhlas"



Anakku…, Inilah Cinta, inilah Ikhlas.

Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging,

jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk.

Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi).

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh

kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka

selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan

nafasnya. dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar

jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!!!!
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi

seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang

tampak aneh dan kurang menarik. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang

ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu, yang tak mampu

menahan tangisnya. Sang ibu tahu hidup anak lelakinya itu kurang

meggembirakan Anak lelakinya itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-

laki besar mengejekku. Katanya, "aku ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun

disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang

musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,

"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam

hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu

dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuk anaknya. "Saya

yakin saya mampu memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada

seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter.

Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan

telinga dan mendonorkan untuk anaknya. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan

tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak

ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus

segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini

sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang

lelaki baru pun lahir dengan cukup sempurna. Bakat musiknya yang hebat itu

berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari

sekolahnya.

Beberapa tahun kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.

Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia

mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku

sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau

takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu."

Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum

saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia.

Suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah

dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja

meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah

istrinya yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga

tampaklah.........bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah

berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang

ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit

kecantikannya, bukan? "

Sahabat……Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun

di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa

terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat . Cinta yang sejati tidak

terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang

telah dikerjakan namun tidak diketahui. Subhaanallah, Betapa dahsyatnya

karya dan pekerjaan orang-orang yang ikhlas.

Ciri-Ciri Orang Yang Ikhlas
Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:

1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam

keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan.

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya (lawan dari ikhlas)

memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan

banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin

berkurang jika dicela.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama

manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan

bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan

seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-

debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama

dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum

yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha

manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal,

baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat

pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik

dan buruk sekecil apapun.

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa

senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai,

sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya. Para dai

yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu

mereka senantiasa membangun amal jama’i (kebersamaa) dalam dakwahnya.

Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah.

Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih

popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.

Mari Kita Abadikan Yang Tersisa dengan Keikhlasan bersama Rumah Yatim

Indonesia dan Lihatlah Karya Besar Yang Akan Kita Lihat Bersama Di Suatu

Saat Nanti, Insya Allah. Kita memang belum pernah tatap muka tapi yakinlah

bahwa hati-hati kita telah dipersatukan oleh Allah di Lembaga Yang Sederhana

ini, Sabar dan terus memproses diri untuk sebuah Misi yang Wajib kita emban

bersama yaitu “ Rahmatan Lil ‘Alamin “
dari berbagai sumber
Read More..

Jumat, 13 Februari 2009

Ungkapan Cinta Alloh SWT (Asi dalam Al-Qur'an)

ASI dalam AL-Qur’an (Ungkapan cinta Allah SWT)

ASI adalah ungkapan kasih sayang Allah sekaligus anugerah yan luar biasa terhadap setiap bayi yang terlahir ke muka bumi. Di dalam Surat Cintanya, bertebaran ayat-ayat tentang ASI. Antara lain :

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

Hikmah ayat yang terkandung dalam kitab Suci Alqur’an tersebut, setidaknya menekankan bahwa Air Susu Ibu (ASI) sangat penting. Walaupun masih ada perbedaan pendapat tentang wajib atau tidaknya menyusui, tapi selayaknya bagi seorang muslim menghormati ayat-ayat Allah tersebut. Terlepas wajib atau tidaknya hukum menyusui, dalam ayat tersebut dengan tegas dianjurkan menyempurnakan masa penyusuan. Dan di sana juga disinggung tentang peran sang ayah, untuk mencukupi keperluan sandang dan pangan si ibu, agar si ibu dapat menuyusi dengan baik. Sehingga jelas, menyusui adala kerja tim. Keputusan untuk menyapih seorang anak sebelum waktu dua tahun harus dilakukan dengan persetujuan bersama antara suami isteri dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi si bayi. Insprasi utama dari pengambilan keputusan ini harus didasarkan pada penghormatan kepada perintah Allah dan pelaksanaan hukum-Nya, dan tidak bertujuan meremehkan perintahNya. Demikian pula jika seorang ibu tidak bisa menyusui, dan diputuskan untuk menyusukan bayinya pada wanita lain, sehingga haknya untuk mendapat ASI tetap tertunaikan.

Rentang waktu menyusui

Ayat ini turun berkenaan dengan serangkaian ayat yang membicarakan tentang peraturan rumah tangga. Salah satunya mendiskusikan hukum-hukum tentang perceraian yang bertujuan melindungi hak bayi di saat hubungan pernikahan kedua orang tuanya dalam keadaan kritis dan berpotensi mengancam kepentingan si bayi. Karena itu, permulaan ayat ini disepakati berlaku secara umum, baik orang tua bercerai atau tidak. Ayat tersebut menunjukkan bahwa masa sempurna menyusui (laktasi) adalah 2 tahun penuh. Turunnya wahyu tentang rentang waktu yan ideal untuk menyusui ini merupakan nikmat Allah yang tak ternilai harganya. Allah SWT sudah memberikan petunjuk yang syar’i berhubungan dengan periode menyusui. Tuntunan syariat ini sudah diturunkan berabad-abad sebelum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa 2 tahun pertama itu “The golden Age”, masa yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Mungkin ada yang berpendapat tidak berdosa apabila tidak menyusui anaknya selama 2 tahun (terkait perbedaan hukum fiqih). Tetapi ibu mana yang tidak ingin menyempurnakan ibadah penyusuan bagi belahan jiwanya?

Dalam keadaan daruratpun, ASI tetap harus diberikan

Hak-hak khusus ditetapkan bagi seorang isteri yang diceraikan oleh suaminya sebagai ganti dari menyusui anak-anak mereka. Sekalipun sang suami sudah meninggal, para pewarisnya wajib memperhatikan pemenuhan hak-hak yang diprioritaskan untuk menjaga agar anak tetap mendapatkan hak ASI-nya.

“Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.” (Q.S At THalaq:6)

Bahkan ketika keadaan sangat darurat, seperti yang dialami Ibunda Nabi Musa A.S yang sedang dikejar tentara fir’aun yang akan membunuh semua bayi laki-laki, Allah menganjurkan untuk tetap memberikan ASI (Q.S. Al-Qashash: 7). Dan Allah memelihara bounding antara nabi Musa dan ibunya, dengan mencegah Nabi Musa menyusu kepada orang lain. Sehingga Nabi Musa tetap disusui ibunya, walaupun dalam pengawasan Fir’aun (Q.S.Al-Qhashas:12).

Kapan seorang wanita bisa lalai menyusui anaknya? Ketika kiamat. Sebuah gambaran tentang kuatnya ikatan menyusui seorang anak kepada bayinya yang hanya bisa diputuskan oleh keguncangan yang maha dashyat di hari kiamat. (Q.S Al-Hajj:1-2). Yang harus sama-sama kita tanyakan pada saat ini, apakah saat ini keguncangan yang dashyat sudah ada di depan seorang ibu sehingga lalai menyusui anaknya?

Hanya karena menyusui, seorang ibu ’disetarakan’ dengan ibu kandung. Ini menunjukkan pentingnya menyusui dan hukum-hukum yang kemudian berlaku. Saudara sepersusuan menjadi mahram Q.S. An-Nisaa’:23)

“Allah telah melarang hubungan yang disebabkan oleh persusuan sama seperti Dia melarang hubungan karena pertalian darah “ (HR.Tirmidzi)

Hendaklah diniatkan untuk ibadah

Amru bin Abdullah pernah berkata kepada isteri yang menyusui bayinya, “Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahuwata’ala.”

Subhanallah, pelajaran yang sangat berharga. Betapa mungkin kita lupa, bahwa menyusui hendaklah diniatkan ibadah, bukan sekedar insting. Ini merupakan bentuk investasi kita di dunia dan akhirat. Semoga anak kita menjadi anak yang bersyukur pada Rabb-nya dan orang tuanya.

”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Q.S. Luqman :14)

Ayat tersebut mengandung dua pengertian, yaitu: pertama, adalah perintah bagi seorang ibu untuk menyusui anaknya selama 2 tahun penuh. Kedua, perintah bagi anak untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya karena ibunya telah merawatnya siang dan malam. Terdapat kewajiaban anak untuk berbuat baik kepada orangtuanya, sementara terdapat hak anak untuk diberi ASI selama 2 tahun penuh. Terdapat kewajiban ibu untuk menyusukan anaknya selama dua tahun penuh, sementara terdapat hak ibu agar anaknya berbakti kepadanya.

Referensi :

1. Alquran

2. Sunardi. Ayah Beri Aku ASI. Aqwamedika. Solo : 2008.

3.Ikatan dokter Anak Indonesia. Bedah ASI. Balai Penerbit FK UI. Jakarta : 2008

dr. Ariani

Read More..

Membentuk Anak Cerdas Sejak Kehamilan

Kecerdasan anak dipengaruhi keadaan gizinya sejak dalam kandungan. Oleh karena itu ibu penting bagi seorang calon ibu/ibu untuk betul soal gizi yang terbaik untuk dirinya maupun buah hatinya sehingga dapat optimal membentuk anak yang sehat dan cerdas. Insya Allah

Tingkat Kecerdasan
Kecerdasan adalah suatu kemampuan mental yang dibawa oleh individu sejak lahir, untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru serta memecahkan permasalahan-permasalahan secara cepat dan tepat.

Tingkat kecerdasan anak sangat ditentukan oleh keadaan otak dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: sifat genetis, lingkungan (fasilitas, sosial-ekonomi keluarga), motivasi dan status gizinya. Kepandaian seseorang secara kualitatif dapat diukur dengan alat electro-encephalogram (EEG), alat positron-emission tomography (PET) dan tes IQ.

Alat EEG dapat menangkap dan mencatat gelombang arus yang dipancarkan oleh otak. Sedangkan alat PET, mencatat reaksi otak terhadap suatu permasalahan. Otak yang cerdas, hanya memerlukan sedikit reaksi untuk memecahkan masalah. Sedangkan yang kurang cerdas, tampak akan mengerahkan hampir semua bagian otaknya untuk menjawab permasalahan yang sama.

Tes IQ sejak lama telah dipakai. Tes ini sebagai salah satu cara untuk menduga tingkat kecerdasan seseorang. Orang-orang yang terkenal, terbukti memiliki IQ yang tinggi.

Menurut Tirtonegoro (1984), tingkat kecerdasan seseorang menyebar secara normal mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, yaitu: 1 persen cacat berat/idiot (IQ 0 - 25), 2 persen cacat agak berat/imbesil (IQ 25 - 50), 20 - 25 persen cacat ringan /debil (IQ 50 - 75) dan lamban belajar (IQ 75 - 85), 50 - 55 persen rata-rata/normal (IQ 90 - 110), 20 - 25 persen superior (IQ 110 - 125), 2 persen sangat superior/gifted (IQ 125 - 140), dan 1 persen genius (IQ 140 - 200).

Perkembangan otak manusia dimulai sejak ia masih berupa janin di dalam kandungan. Oleh karena itu para ibu hamil dituntut untuk senantiasa menciptakan status gizi yang baik dan perawatan yang memadai, agar bayi yang kelak dilahirkan mengalami proses tumbuh kembang yang optimum.

Kekurangan Energi
Keadaan gizi ibu-ibu hamil sangat erat hubungannya dengan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Ibu-ibu hamil adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalah-masalah gizi, terutama masalah kekurangan energi dan protein (KEP). Bayi yang dilahirkan oleh para ibu dengan kondisi KEP, akan mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2,5 kg.

Kondisi BBLR akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan anak selanjutnya. Selain kekurangan gizi, bayi yang baru lahir tersebut juga akan mengalami kemunduran perkembangan otak. Hal ini akan berakibat terjadinya penurunan kemam-puan belajar dan kemampuan akademik pada usia yang lebih lanjut. Selain itu, bayi BBLR mempunyai kemungkinan meninggal sebelum usia satu tahun, 17 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dengan berat badan normal.

Ibu-ibu hamil yang cukup gizi akan mengalami pertambahan berat badan rata-rata sebesar 12,5 kg selama 9 bulan kehamilannya dan akan melahirkan bayi dengan berat badan rata-rata 3,3 kg. Untuk mencapai kondisi tersebut, ibu hamil harus cukup mengonsumsi bahan-bahan makanan sumber energi, protein, vitamin dan mineral.

Kalori
Dibutuhkan untuk perubahan tubuh, meliputi pembentukan sel-sel baru, pengaliran makanan daripebuluh darah janin melalui plasenta, dan pembentukan enzim serta hormon yang mengatur pertumbuhan janin

Rata-rata tambahan energi yang diperlukan selama masa kehamilan, adalah 80.000 kilokalori. Jumlah tersebut terbagi atas 150 kilokalori per hari selama trimester pertama (tiga bulan) pertama, 350 kilokalori per hari selama trimester kedua dan ketiga masa kehamilan.

Protein
Tambahan protein yang diperlukan untuk mencapai keadaan normal tersebut adalah 925 gram, yaitu rata-rata 3,3 gram per hari selama masa kehamilannya. Tambahan protein yang diperlukan selama trimester pertama, kedua dan ketiga masing-masing 1,2; 6,1 dan 10,7 gram per hari.

Vitamin dan Mineral
Vitamin A
Dalam jumlah optimal diperlukan untuk pertumbuhan janin.Namun asupan vitamin total tidak boleh melebihi 2.565 IU (Internasional Unit) kecuali dalam bentuk pro-vitamin A.

Vitamin B kompleks
Vitamin B1 dan B2 sertta niasin diperlukan dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B6 berguna untuk mengatur penggunaan protein oleh tubuh. Vitamin B12 untuk menjaga agar sel-sel berfungsi normal, khususnya sel-sel saluran pencernaan , sistem urat saraf dan sumsum tulang.Dosis yang dianjurkan 2,2 mikrogram. Banyak terdapat pada hasil tempe dan olahannya seperti tauco, kecap, oncom.


Vitamin C
Dosis yang dianjurkan 50 miligram. Berperan penting dalam penyerapan zat besi selama hamil untuk mencegah anemia. Selain itu merupakan pembentuk kolagen interseluler, yakni senyawa protein yang antara lain banyak terdapat dalam tulang rawan dan kulit bagian dalam tulang rawan. Vitamin ini juga berperan dalam proses penyembuhan infeksi dan luka, selain meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan stres.
Sumber : sayuran dan buah-buahan segar, seperti jeruk, pepaya, kiwi, tomat,paprika, serta sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli dan kol.

Vitamin D
Dosis yang dianjurkan 10 mikrogram atau 400 IU untuk membantu penyerapan kalsium yang penting dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Juga membantu metabolisme fosfor.
Makanan kaya vitamin ini adalah ikan berlemak seperti sarden, makarel, tuna dan salmon, minyak ikan, telur, susu dan mentega.

Vitamin E
Diperlukan untuk pembentukan sel-sel darah merah serta melindungi lemakdari kerusakan.

Asam folat
Dosis yang dinjurkan 800 mikrogram per hari, khususnya selama 12 minggu pertama. Penting untuk pertumbuhan susunan saraf pusat dan sel darah. Mengurangi risiko kelainan susunan saraf pusat (spina bifida) dan otak janin.Makanan yang kaya akan asam folat adalah sayuran berwarna hijau gelap (misalnya bayam dan brokoli), buah-buahan segar (misalnya pisang dan jeruk), asparagus, bit merah, kedelai dan sereal.
Asam folat dalam buah-buahan dan sayuran segar mudah rusak akibat proses pemanasan dan pemasakan. karena itu lebih baik dikonsumsi dalam keadaan segar.

DHA
DHA termasuk dalam golongan asam lemak tidak jenuh rantai panjang yang esensial tapi tidak dapat disintesa dalam tubuh dan harus diperoleh dari makanan.
Fungsi DHA adalah membantu mengoptimalkan pertumbuhan otak dan pertumbuhan retina mata.Keberadaannya sangat diperlukan pada masa pertumbuhan otak seseorang, yaitu sejak masa janin hingga usia 2 tahun setelah kelahiran.
Dosis yang dianjurkan 300 mg/hr. Sumber DHA diantaranya ikan salmon, tuna, susu formula yang mengandung DHA.

ZAT besi dan seng
Pada ibu hamil akan terjadi peningkatan volume darah, sehingga pasokan zat besi sangat diperlukan untuk mencegah anemia.

Serat
Membantu kerja sistem eksresi sehingga mudah buang air besar. Banyak terdapat pada buah dan sayuran.



Daftar Pustaka
1. Gizi-net. 10 Februari 2004
2. Parents Guide. Vol V No 6 Maret 2007

Read More..

Puteri Kesayangan Muhammad SAW, Fatimah Az Zahra RA

''Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira maka ia telah membahagiakanku.'' (Al Hadis)
Di kalangan suku Quraisy, Fatimah dikenal fasih dan pintar. Ia meriwayatkan hadis dari ayahnya kepada kedua putranya Hasan dan Husein, suaminya Ali bin Abi Thalib, Aisyah, Ummu Salamah, Salma Ummu Rafi', dan Anas bin Malik.
Kata 'Fatimah' berasal dari suku kata 'Fathama' yang berarti menyapih atau menghentikan atau menjauhkan. Sebuah riwayat marfu' menyebutkan, dinamakan 'Fatimah' karena Allah Ta'ala menjamin menjauhkan putri bungsu Nabi SAW berikut seluruh keturunannya dari neraka. Riwayat ini diketengahkan oleh al Hafidz ad-Dimasyqi. Sementara riwayat versi an-Nasa-i menyebutkan bahwa Allah Ta'ala akan membebaskan Fatimah beserta orang-orang yang mencintainya dari neraka.

Fatimah juga disebut al-Battul yang berarti memisahkan, karena kenyataannya ia memang terpisah atau berbeda dari wanita-wanita lain sesamanya, baik dari segi keutamaan, agama dan kecantikannya. Ada yang mengatakan, karena ia memisahkan diri dari keduniaan untuk mendekat kepada Allah Ta'ala.

Fatimah Az-Zahra sangat terkenal di dunia Islam, karena hidup paling dekat dan paling lama bersama Nabi Muhammad SAW. Dari dialah keturunan Nabi Muhammad berkembang yang tersebar di hampir semua negeri Islam. Di kalangan penganut syiah, dia dan Ali bin Abi Thalib dianggap sebagai ahlulbait (pewaris kepemimpinan) Nabi Muhammad SAW.

Fatimah dilahirkan di Makkah pada 20 Jumadil Akhir, 18 tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah atau di tahun kelima dari kerasulannya. Dia adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW setelah Zainab, Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Saudara laki-lakinya yang tertua Qasim dan Abdullah, meninggal dunia pada usia muda.

Setahun setelah hijrah, Fatimah dinikahkan dengan Ali bin bi Thalib. Banyak yang ingin menikahinya kala itu. Maklum saja, selain rupawan, ia adalah perempuan terhormat, anak Rasulullah SAW. Dia pernah hendak dilamar oleh Abu Bakar dan Umar, keduanya sahabat Nabi Muhammad SAW, namun ditolak secara halus oleh Rasulullah SAW.

Sementara itu, Ali tidak berani melamar Fatimah karena kemiskinannya. Namun Nabi Muhammad SAW mendorongnya dengan memberi bantuan sekadarnya untuk persiapan rumah tangga mereka. Maskawinnya sebesar 500 dirham (10 gram emas), sebagian diperolehnya dengan menjual baju besinya. Nabi Muhammad SAW memilih Ali sebagai suami Fatimah karena ia adalah anggota keluarga yang sangat arif dan terpelajar, di samping merupakan orang pertama yang memeluk Islam.

Dari perkawinan Fatimah dan Ali, lahirlah Hasan dan Husein. Keduanya terkenal sebagai tokoh yang meninggal terbunuh di Karbala. Tak lama kemudian lahir berturut-turut: Muhsin serta tiga orang putri, Zaenab, Ummu Kaltsum, dan Ruqoyyah.

Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana, bahkan sering juga kekurangan. Beberapa kali ia harus menggadaikan barang-barang keperluan rumah tangga mereka untuk membeli makanan, sampai-sampai kerudung Fatimah pernah digadaikan kepada seorang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun demikian, mereka tetap bahagia, lestari sebagai suami istri sampai akhir hayat.

Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah SAW. Suatu waktu Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kepada Ali, ''Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira, maka ia telah membahagiakanku.'' Ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sehubungan dengan keinginan seorang tokoh Quraisy untuk menikahkan anak perempuannya kepada Ali. Ali tidak menolak tetapi segera dicegah oleh Rasulullah SAW.

Sikap Nabi Muhammad SAW semakin keras ketika Abu Jahal manawarkan anak perempuannya kepada Ali. Nabi Muhammad SAW mengatakan, ''Ceraikan dulu Fatimah jika Ali berniat untuk menikahkannya.'' Ini merupakan bukti kuat akan kecintaan Rasulullah SAW kepada putri bungsunya ini. Memang Nabi Muhammad SAW sangat sayang kepada Fatimah. Sewaktu Nabi Muhammad SAW sakit keras menjelang wafatnya, Fatimah tiada hentinya menagis.

Nabi Muhammad SAW memanggilnya dan berbisik kepadanya, tangisannya semakin bertambah, lalu Rasulullah SAW berbisik lagi dan dia pun tersenyum. Kemudian hal tersebut ditanyakan orang kepada Fatimah, dan dia menjawab bahwa dia menagis karena ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa tak lama lagi sang ayah akan meninggal, tapi dia tersenyum karena seperti kata ayahnya, dialah yang pertama akan menjumpainya di akhirat nanti.

Fatimah meninggal tak sampai selang setahun dari ayahnya. Diriwayatkan dari Aisyah RA, ''Fatimah wafat setelah enam bulan ayahnya, Rasulullah SAW, tepatnya pada hari Selasa bulan Ramadlan tahun 11 Hijriyah. Fatimah RA wafat dalam usia 28 tahun. Merasa ajal seudah dekat, dia membersihkan dirinya, memakai pakaian yang terbaik, memakai wewangian dibantu oleh iparnya, Asma bin Abi Thalib. Dia meninggal dengan satu pesan; hanya Ali, suaminya, yang boleh menyentuh tubuhnya.'' Fatimah adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum Islam. Dia adalah tokoh wanita dalam bidang kemasyarakatan, orangnya sangat sabar dan bersahaja, dan akhlaknya sangat mulia.
Read More..

Jumat, 29 Agustus 2008

Keluarga Sakinah dan Ibadah di Bulan Ramadhon

Keluarga sakinah berusaha mewujudkan suasana rumah bagaikan masjid.Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : “Jadikanlah rumah kalian bagaikan masjid.” Dan berusaha menjadikan rumah sebagai rumah yang nyaman untuk dihuni,sebagaimana firman Allah : “ Dan Allah menjadikan rumah-rumah kalian sebagai tempat tinggal”. (QS. 16 : 80 ).

Keluarga sakinah memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai bulan beribadah dan bulan pembinaan ketaqwaan, sehingga berusaha untuk melakukan managemen ibadah yang baik bagi seluruh anggotanya.Adapun managemen tersebut adalah :

1. Ruhani

Membangkitkan semangat beribadah dengan cara menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan. Ketika tahu keutamaan Ramadhan maka apapun rintangannya akan mampu menghadapi dan akan lebih bersemangat dalam beramal. Bahawa bulan Ramadahan sebagai :

Bulan keberkahan

Kita bisa merasakan, pada saat bulan Ramadhan suasana ruhiyah benar-benar terasa. Semua waktu difokuskan untuk ibadah. Malam untuk sholat tarawih dan qiyamul lail. Dan siang kita gunakan waktu sedemikian rupa untuk beramal baik karena kita menyadari akan pahalanya.

Karena kita secara sadar menginginkan ganjaranNya. Keberkahan amal benar-benar bisa kita rasakan. Sehingga Yusuf Qardawi menamakan bulan Ramadhan sebagai bulan tarbiyah irodi atau pembinaan kehendak. Jika pada bulan lainnya kita melakukan ghibah, namimah dan perbuatan tercela lainnya dengan enaknya. Mungkin pada bulan Ramadhan kita akan berpikir. Dan akan cepat tersadar bahwa kita telah melakukan perbuatan dosa.

Keberkahan rizki juga dapat kita rasakan, hingga setiap orang berpikir apa yang dapat disedekahkan.


Bulan kesabaran

Kesabaran menjadi salah satu indikasi suksesnya ibadah shoum kita lakukan.


Bulan bertambahnya rizki

Setiap orang berlomba untuk mendapat pahala berlipat ganda, sehingga banyak orang bersedekah tak terkira jumlahnya. Sungguh Allah Maha Adil, sehingga setiap orang terjamin rizkinya. Dilukiskan bahwa kedermawanan Rosulullah adalah seperti angin yang berhembus. Membawa kebaikan secara merata keseluruh masyarakat.


Turunnya rahmat

Kita tidak akan pernah hidup tanpa rahmatNya. Pada sepuluh pertama dibulan Ramadhan rahmat Allah menjadi modal untuk bisa mengoptimalkan ibadah hingga akhir Ramadhan.


Berlimpahnya ampunan

Kita adalah manusia yanag penuh denagan kekhilafan. Mungkin kita tidak beristighfar sebanyak dosa yang kita lakukan. Pada bulan Ramadhan ada sebuah kesempatan karena semua ketaatan yang kita lakukan dapat menghapus dosa-dosa kita.


Terbebaskan dari api neraka

Pada sepuluh hari terakhir benar-benar teruji keistiqomahan kita tidak boleh terbawa lingkungan yang sibuk mempersiapkan lebaran.


Berlipat gandanya amal

Setiap kebaikan Allah lipat gandakan pahalanya menjadi tujuh ratus kali lipat. Amalan sunnah bagaikan amalan wajib. Sungguh suatu kesempatan yang tidak dapat ditemukan pada bulan-bulan yang lain.


Terkabulnya doa

Setiap manusia mempunyai masalah yang segera teratasi atau harapan yang segera terwujud. Maka bulan Ramadhan adalah saat yang tepat. Disamping Ramadhan dengan berbagai keutamaannya juga karena doa orang berpuasa tidak akan tertolak.


Adanya malam lailatul qadar

Ada satu malam yang banyak diburu. Dan dianjurkan untuk berharap mendapatkannya. Malam lailatul qadar adalah malam penentuan yang baik taqdir Allah. Barang siapa yang mendapatkan malam tersebut akan mendapat salam dari malaikat yang dibumi. Dalam sebuah riwayat malaikat Jibril akan datang beserta rombongan malaikat. Selain mendoakan juga akan mengistighfarkan.


Terbelenggunya syetan

Syetan memang dibaelenggu pada bulan Ramadhan tapi nafsu kita tidak dibelenggu maka kita akan berperang melawan nafsu kita sendiri.


Tertutupnya pintu neraka


Terbukanya pintu syurga

Dalam sebuah hadits, Ketika awal Ramadhan Allah berfirman, “ Hai syurga berhiaslah untuk hamba-hambaku yang berpuasa".

Menampakkan rasa cinta dan kasih sayang dan keharmonisan pada keluarga baik antara suami istri maupun antara orang tua dengan anak-anaknya.Suasana rumah kita kondisikan untuk bisa menunjang keberhasilan ibadah Ramadhan.


2. Amali

Menyepakati tata tertib


Menghidupkan suasana berlomba dalam beribadah di bulan Ramadhan


Memudahkan penggunaan perlengkapan ibadah


Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga denagan efektif dan efisien dengan memanfaatkan sarana yang mendukung hal tersebut.


Membagi pekerjaan kepada seluruh anggota keluarga sesuai kemampuan.


Bekerja sama dan saling tolong menolong dalam beramal shaleh. Menghidupkan hak-hak ukhuwah


Melakukan mutabaah bersama terhadap amalan sehari-hari sehingga masing-masing bias mencapai target ibadahnya.


3. Materi


Mengeluarkan dana yang cukup untuk optimalisasi ibadah Ramadhan


Mengalokasikan dana untuk hal-hal yang menduakung peningkatan ruhiyah,ta’abudiyah dan khuluqiyyah.


Menyediakan alat-alat rumah tangga yang bias membuat pekerjaan rumah tangga lebih efektif dan efisien.


Melengkapi sarana ibadah.
Read More..

Ramadhon Ku bersama Keluarga.....Insyaalloh

Seorang pria duduk tercenung di depan monitor komputernya. Dari speaker terdengar suara adzan dengan diikuti kemudian oleh doa setelah adzan dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.


Nun jauh di sana, di tempat adzan itu berkumandang, saat ini ummat Islam sedang berbuka puasa. Pagi ini ia baru saja duduk di meja kerjanya, ketika ia tiba-tiba diserang rasa rindu tanahair. Hari pertama Ramadhan di New York, maghrib pertama di Jakarta.

Beberapa menit kemudian memorinya menari-nari mendengarkan doa berbuka lengkap dengan segenap suasana masa kecil di musholla di kampung halamannya. Suasana hingar bingar berebut ta’jil (penganan kecil untuk buka puasa) dan suara air wudhu di kucurkan. Kenangan manis yang sulit dicarinya di sini.

Kenangan masa kecil niscaya akan terpateri dalam dan kuat di sanubari insan. Bagi seseorang, apa-apa yang mengingatkannya pada kenangan manis di masa kecil akan selalu menjadi kerinduan sekaligus dapat menjadi motivasinya di masa dewasa.

Kini Ramadhan Alhamdulillah kembali menjelang. Sudahkah kita siapkan program untuk mengisinya?

Mundur sekian belas tahun atau puluh tahun yang lalu, berbagai tradisi dalam keluarga Indonesia masih mewarnai Ramadhan. Kini dengan berbagai perubahan zaman yang pesat, kehidupan urban yang berubah total, sebagian tradisi keluarga mulai menghilang.

Misal tradisi berburu Lailatul Qadar (malam seribu bulan) yang diyakini mempunyai banyak sekali keistimewaan pahala dari Allah SWT. Sebagian keluarga dulu ada yang menyelenggarakan shalat malam bersama keluarga di luar rumah. Lengkap dengan lilin atau obor sebagai penerang malam gelap. Mengapa di luar rumah? Alasannya agar dapat melihat gerak gerik alam yang konon pada malam tersebut ada tanda-tandanya.

Apapun alasannya, tradisi semacam itu akan membekas dalam sanubari. Apalagi jika tradisi yang dilakukan keluarga juga mempunyai landasan dalil yang kuat, selain menjadi memori, juga menjadi penguat motivasi.

Anak dengan jiwanya yang masih hijau, belumlah sanggup memahami perintah-perintah Allah dengan baik. Cara mereka memahami sebuah kewajiban adalah dengan cara pembiasaan dari orangtua (lihat tulisan sebelum ini ”Lima Poin Pendidikan Anak”, Aadah atau Metode Pembiasaan). Dengan dibiasakan akan istilah dan aktifitas ibadah, lama kelamaan dalam jiwa mereka akan tertanam kecintaan atas ibadah itu sendiri. Kelak jika nalar mereka sudah berfungsi penuh, barulah nilai pengetahuannya dapat dimasukkan. Contohnya, seorang muslim yang dibesarkan di negeri ini kemudian merantau ke negeri mayoritas non-muslim, jika ketika ia menjalankan ibadah di negeri asing, niscaya pada waktu-waktu tertentu akan timbul memorinya akan pelaksanaan ibadah di kampung halaman, dan memori tersebut akan sekaligus memperkuat motivasi menjalankan ibadah.

Dalam beberapa pekan ke depan, buatlah program Ramadhan bersama anak, misalnya, merencanakan safari shalat Tarawih beberapa kali selama Ramadhan. Bepergian bersama orangtua menarik bagi anak, mengapa tidak kita ajak anak untuk bersama kita menikmati suasana Ramadhan di tengah ummat?

Ada lagi keluarga yang menyelenggarakan shalat malam di sepuluh malam terakhir di teras rumah. Suasana hening malam dan alunan ayat-ayat suci sebagai satu-satunya suara yang terdengar, merupakan memori yang tak terlupakan.

Anak yang lebih kecil akan membutuhkan aktifitas yang lebih ceria. Memasak makanan khas Ramadhan dan Idul Fitri bersama ibu merupakan pengalaman mengasyikkan. Penulis masih selalu ingat suasana siang hari kehausan yang ceria karena asyik bermain tepung sagu yang dipilin dan diberi warna. Setelah itu dipotong seperti butiran mutiara dan kemudian dicemplungkan ke dalam panci air panas. Nyam-nyam, serasa manisnya sekoteng mengusir haus di siang hari Ramadhan.

Masih teringat bagaimana penulis kagum bahwa butiran sagu polos bisa berubah menjadi bulir permata dengan warna putih susu di dalamnya.

Ada pula yang masih ingat bagaimana alunan suara ibunda yang melantunkan doa menjelang berbuka sambil mengisi plastik es mambo dengan teh es manis untuk dikirim ke masjid.

Ya, tak perlu program yang rumit dengan biaya banyak, yang terpenting adalah:

1. Bukalah buku panduan Ramadhan, kemudian pilihlah aktifitas tertentu dari berbagai aktifitas ibadah Ramadhan yang jelas tuntunan dalilnya.

2. Cobalah hias aktifitas tadi dengan kegiatan sesuai usia anak, misalnya aktifitas berbuka, diwarnai dengan permainan-permainan tebak doa atau aktifitas lainnya.

3. Jika penggolongan usia anak-anak anda berbeda jauh, buatlah program yang berbeda untuk si kakak dan si adik.

4. Terangkanlah kepada anak nilai-nilai keagamaan dari program atau aktifitas yang anda rancang, agar mereka selalu ingat maknanya.

5. Biasakanlah untuk selalu memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an sepanjang hari bulan Ramadhan, reduksilah suara-suara hiburan hingar bingar seperti suara lagu dan televisi, baik siang maupun malam Ramadhan.

6. Lakukanlah dengan semangat kebersamaan.

7. Dan usahakanlah dilakukanlah setiap tahun, sehingga membekas dalam.

8. Di bulan penuh berkah ini, hendaknya anda sendiri, para ibu, juga memenuhi Ramadhan dengan memperbanyak aktifitas ibadah, seperti membaca Al-Qur’an dan mendengarkan pengajian. Jika anda melakukan ini, niscaya akan menjadi contoh teladan bagi anak kelak.
Read More..