Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Agustus 2010

Tips Puasa Sehat Agar Fit Selama Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan 1431 H tidak lama lagi akan kita jelang dan tugas kita sebagai umat muslim ketika bulan Ramadhan tiba adalah melaksanakan kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan tersebut. Bulan ini sangat dinantikan karena banyak amal ibadah yang bisa kita lakukan seperti puasa, shalat Tarawih, Tadarus, Shalat malam maupun Zakat dengan pahala yang lebih besar dibandingkan di bulan biasa selain Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan penuh pengampunan bagi mereka yang bertaqwa dan bertawakal dengan memperbanyak amal ibadah. Satu hal yang istimewa adalah puasa Ramadhan yang hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang baliq dan berakal. Nah…bagaimana Anda akan menjalankan puasa bulan Ramadhan ini agar tetap sehat dan fit? Berikut ini ada beberapa tips puasa sehat yang perlu Anda ketahui agar ibadah puasa yang dijalankan semakin nikmat dan tidak mengganggu aktifitas Anda sehari – hari.

* Senang hati menyambut Ramadhan ternyata sangat berpengaruh pada kualitas berpuasa. Dengan hati senang epinefrin tereduksi, endorpin dan aktivitas glukagon meningkat sehingga tubuh lebih kuat menghadapi puasa. Lebih hebatnya lagi ternyata organ-organ tubuh kita sangat senang menghadapi puasa. Lambung, usus, ginjal, liver, kulit adalah 5 organ yang paling senang menghadapi puasa setelah mereka diporsir tiada henti di bulan-bulan sebelumnya.

* Jangan tinggalkan sahur. Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Romadhan yang sangat disarankan, dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa “Bersabda Rasulullah SAW: “Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar”. Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?. Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

* Hindari minuman kopi pada saat sahur karena kopi akan membuat kita lebih cepat mengalami dehidrasi atau kehausan.

* Mengawali buka puasa dengan kurma dan air madu. Hal ini dapat memulihkan kadar gula darah dengan cepat. Hindari makanan berat seperti nasi pada waktu berbuka, namun laksanakan sholat Maghrib terlebih dahulu baru makan.

* Hindari berbuka dengan minuman dingin atau es, karena akan menyebabkan sirkulasi darah tidak optimal.

* Kunyah makanan dengan baik agar kerja pencernaan menjadi ringan. Satu suap 33 kali kunyah.

* Kurangi konsumsi makanan berlemak, makanan yang diawetkan, penyedap rasa, minuman bersoda dan bumbu berbau tajam (cuka, cabe dan asam).

* Pada malam hari usahakan juga untuk banyak minum air putih atau air madu untuk memperlancar peredaran darah dan mencegah dehidrasi.

* Jangan tinggalkan olahraga. Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih juga merupakan aktifitas yang dapat menjaga kebugaran.

* Tidur yang cukup akan membuat badan selalu fit saat melaksanakan puasa esok hari.

* Kurangi merokok selama bulan Ramadhan bagi yang perokok agar kondisi stamina tubuh tetap terjaga.

* Kendalikan emosi. Rasulullah bersabda bahwa puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan nafsu. Dengan kata lain tujuan puasa adalah memanajemen emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita damai.

* Selalu berpikir positif akan menjaga kesempurnaan puasa dan metabolisme tubuh kita.

Itulah beberapa tips bermanfaat untuk melancarkan ibadah puasa Ramadhan kita. Akhir kata selamat menyambut hadirnya bulan Ramadhan “Syahru Ramadhan” dan untuk jadwal puasanya silakan download Jadwal puasa ramadhan 1431 H yang tersedia untuk berbagai daerah di Indonesia.
Read More..

Jumat, 13 Februari 2009

Whot Wrong With Valentine’s Day

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra' : 36).

Tanggal 14 Februari, kita selalu menyaksikan media massa, dan pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day. Biasanya mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah Benarkah demikian? Sejarah Valentine's Day

Pada suatu pagi Tiara mengejutkan teman-temannya dengan setangkai bunga merah yang ia letakkan di atas dadanya, serta merta mereka menyambutnya dengan senyuman sambil bertanya, "Dalam rangka apa ini?".
Tiara menjawab, "Tidakkah kalian tahu bahwa ini adalah hari kasih-sayang di mana orang-orang sedang merayakan dan saling memberikan ucapan selamat. Ini adalah perayaan untuk mengungkapkan rasa cinta, romantika dan segala ketulusan, ini adalah Hari Valentine...".
Tetapi Sari, salah seorang temannya bertanya kepada Tiara dengan penuh keheranan, "Apakah arti Valentine?" Tiara menjawab, "Artinya adalah cinta dalam bahasa latin ..!" Sari tertawa mendengar jawaban tersebut, "Apakah kamu merayakan sesuatu yang tidak kamu mengerti artinya ? Tahukah kamu bahwa Valentine adalah seorang pendeta Nashrani yang hidup pada abad ke 3 M ?" kata Sari bernada prihatin terhadap keadaan sebagian putri muslimah yang mudah mengikuti apa saja yang sampai kepada mereka tanpa berpikir panjang.

Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain !
Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta kristiani dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas Langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan :
"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits).


The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :

“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers.”

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama –nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan.
Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (Baca: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (Baca: The World Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Berikut Beberapa Versi seorang St. Valentine

1. Versi Pertama
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan do’a St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Kebiasaan ini bermula pada tahun 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (Baca: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” …..Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, jika kita mengatakan kepada seseorang atau meminta kepada seseorang untuk mengatakan “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Alloh (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, yang artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa ta'ala.
Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah yang sering nampak pada gambar-gambar kartu valentine adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Ia disebut tuhan Cinta karena ia rupawan

2. Versi Kedua

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (Baca: The World Book Encyclopedia, 1998).

Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?

Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja putra-putri Islam- yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra' : 36).

Hukum Merayakan Hari Valentine

Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam:

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, :

“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan:

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).


Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan :

“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena:
Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam.
Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela. Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.
Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)
Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan buletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita.
Read More..

Rabu, 11 Februari 2009

Siapapun Pemenang Pemilu Israel, Mereka Pembunuh!

Sebagian rakyat Palestina yang di jalan-jalan berpendapat sama, siapapun yang menang, mereka pembunuh rakyat Palestina, katanya



Hidayatullah.com--Pantauan media asing menyebutkan, kedua kelompok berpengaruh, antara sekuler Fatah dan Hamas sama-sama skeptis melihat hasil Pemilu Israel. Menurut mereka, siapapun yang menjadi pemenang dan berkuasa, tak akan merobah apapun di Palestina. Kesan serupa juga nampak dari pendapat masyarakat Palestina baik di Gaza atau di Ramalah.

“Semua pemerintah mereka adalah pembunuh," kata seorang laki-laki dikutip website ABC. "Mereka sedang berbicara tentang semboyan perdamaian dan perdamaian, tetapi mereka tidak pernah melaksanakan apapun terhadap perdamaian.”

"Tetapi pembunuhan dan perusakan adalah kebijakan utama negara Israel dan menteri-mentrinya ."

Juru runding senior Palestina, Saeb Erekat mengatakan, siapapun membentuk pemerintah baru Israel tidak akan dapat merubah perdamaian apapun dengan Palestina.

Sementara juru bicara Hamas mengatakan, tak ada bedanya Israel dipimpin siapapun. Bagi mereka , tidak ada perbedaan antara Tzipi Livni, Ehud Barak, Avigdor Lieberman atau Benjamin Netanyahu.

Bagi mereka, semuanya telah melakukan pembunuhan missal terhadap bangsa Palestina, demikian dikutip ABC. [abc.net.au/cha/www.hidayatullah.com]
Read More..

Jumat, 23 Januari 2009

Obama Berbincang dengan Bahasa Indonesia


Washington, CyberNews. Presiden baru Amerika Serikat Barack Obama membuat kejutan saat mengunjungi Departemen Luar Negeri AS. Obama berbicara dengan Bahasa Indonesia saat berdiskusi dengan staf Deplu AS.

"Ini merupakan kunjungan pertamanya ke badan pemerintahan tingkat kabinet. Kunjungan ini menekankan fokus pemerintahannya pada diplomasi, dan sekaligus menandai hari pertama Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri AS yang ke-67," demikian siaran pers Kedubes AS, Jumat (23/1).

"Presiden Obama berbicara dalam Bahasa Indonesia dengan seorang staf Deplu AS. Ia menyatakan keinginannya untuk mengunjungi lingkungan tempat tinggalnya di Jakarta dulu," ungkap Kedubes AS.

Presiden Obama didampingi oleh Wakil Presiden Joseph Biden dan Penasihat Keamanan Nasional Jenderal James L. Jones. Dalam kunjungan tersebut, ia mengumumkan nama-nama utusan khusus yang ditunjuknya untuk Timur Tengah, Afganistan dan Pakistan, serta berpidato di hadapan para diplomat AS.

Presiden Obama bersama Menlu Hillary Clinton mengumumkan penunjukan mantan Senator George Mitchell sebagai Utusan Khusus untuk proses perdamaian di Timur Tengah serta Dubes Richard Holbrooke sebagai Perwakilan Khusus untuk Afganistan dan Pakistan. Ini merupakan sebuah langkah yang menunjukkan komitmen pemerintahan AS yang baru untuk memperbarui kepemimpinan AS melalui diplomasi yang penuh dengan energi baru.

"Kita dihadapkan pada tantangan-tantangan global yang luar biasa, rumit, dan saling berhubungan," kata Obama kepada para staf Deplu AS.

"Kemajuan tidak akan datang dengan cepat dan mudah, kita pun juga tidak bisa menjanjikan untuk memperbaiki semua kesalahan yang terjadi di dunia. Tetapi kita bisa menjanjikan untuk menggunakan semua unsur kekuatan Amerika guna melindungi rakyat kita dan memajukan kepentingan dan cita-cita kita, diawali dengan diplomasi Amerika yang berprinsip, terfokus, dan berkesinambungan."

Setelah menyampaikan sambutan resminya, Presiden Obama kemudian berbaur dengan para diplomat AS, berjabat tangan dan beramah tamah dengan mereka. Pada saat itu, Charles Silver - mantan Public Affairs Counselo di Kedutaan Besar AS Jakarta - menyapa Obama dalam bahasa Indonesia.

"Selamat Siang, Bapak." Presiden Obama dengan cepat menjawab, "Terima kasih -- Apa kabar?" Silver menjawab, "Baik, baik," dan kemudian mengatakan kepada Presiden bahwa ia pernah berdinas di Indonesia beberapa kali. Obama memuji aksen bicaranya. Presiden kemudian mengatakan bahwa seandainya ia nanti berkunjung ke Indonesia, ia ingin mengunjungi lingkungan tempat ia pernah tinggal di Menteng.
Read More..

Garis Keras Israel Diprediksi Menang Pemilu

Jerusalem, CyberNews. Berdasarkan hasil dua jajak pendapat, Jumat, kubu garis keras dari oposisi sayap kanan Israel Partai Likuid tampaknya akan memimpin perolehan suara pada pemilihan umum 10 Februari 2009 menyusul gencatan senjata di Jalur Gaza.

Likud yang kini menguasai 12 dari total 120 kursi parlemen Israel atau Knesset, akan berlipat lebih dua kali menjadi 29 kursi. Demikian survey dua suratkabar Israel, Maariv dan Yediot Ahronoth, seperti dikutip AFP.

Dengan menggandeng partai-partai keagamaan Yahudi dan meningkatknya kekuatan ultra kanan Israel, Beitenou, blok oposisi pimpinan Partai Likud akan meraih posisi mayoritas antara 62 - 63 kursi.

Beitenou yang didirikan kelompok Yahudi eks Uni Soviet pimpinan tokoh garis keras Avigdor Lieberman, akan memenangkan 14 - 16 kursi dari 11 kursi yang kini dikuasainya. Partai-partai agama ekstremis tampaknya akan memenangkan lagi kursi yang sempat lepas pada pemilu lalu.

Partai kanan-tengah yang sedang berkuasa, Kadima pimpinan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni akan meraih 24-25 kursi, dari 29 kursi Knesset yang dikuasainya sekarang, sedangkan mitranya yang berhaluan tengah-kiri Partai Buruh pimpinan Menteri Pertahanan Ehud Barak akan mengumpulkan 16-17 suara, dari 19 kursi yang sedang dikuasainya.

Ternyata sukses ofensif militer 22 hari ke Gaza justru membuat popularitas Partai Buruh yang turut berkuasa, menurun sehingga kursinya di parlemen diperkirakan jatuh ke titik terendah dalam sejarah sekitar 10 kursi.

Dua jajak pendapat ini diselenggarakan oleh lembaga-lembaga peneliti independen terhadap 500-600 pemilih dengan margin kesalahan 4,5 persen
Read More..

Selasa, 20 Januari 2009

Hamdan: Esensi Dialog Bukan Membentuk Pemerintah dan Pemilu


Beirut – Infopalestina: Wakil Hamas di Libanon, Usamah Hamdan menegaskan bahwa gerakannya tidak menentang apapun ajakan untuk dialog nasional yang mengusung kemaslahatan nasional dan mengakhiri perpecahan serta mendirikan pemerintahan persatuan nasional yang tidak menjadi musuk bagi perlawanan.

Hamdan menyayangkan sikap Abbas dan kelompoknya terkait dengan perang terakhir ke Jalur Gaza. Dia mengatakan, “Hamas dan pemerintah sudah mulai bekerja di lapangan untuk membangun kembali Jalur Gaza.”

Dia mengatakan, “Dari awal kami tegaskan bahwa kami ingin dialog nasional Palestina atas dasar kemaslahatan yang berdiri di atas kemaslahatan yang dilakukan perlawanan. Memang ada perasaan pada warga Jalur Gaza atas sebagian pemimpin Palestina yang berpihak kepada penjajah selama perang ini. Warga Jalur Gaza tidak melihat langkah positif yang dilakukan Abbas untuk membela mereka atau melakukan upaya. Bila sebagian para pemimpin itu telah gagal kembali ke Jalur Gaza dengan tank-tank Israel maka mereka tidak akan kembali di balik sak-sak semen atau berton-ton besi pembangunan. Orang tidak melupaka untuk siapa mereka berdiri saat terjadi agresi.”

Dia menegaskan, agresi Israel ke Gaza tidak akan menjadi pintu bagi Israel untuk memprovokasi Hamas scara politik. Menurutnya, dialog yang akan dilakukan harus bersandar pada kaidah-kaidah nasional. Saat ini di Jalur Gaza ada realitas baru, bangun setelah kemenangan. Ada sebagian pihak yang memprediksi pemerintah akan jatuh dalam beberapa hari setelah agresi. Namun hal itu tidak terjadi. Sekarang pemerintah langsung bekerja untuk menghilangkan dampak agresi dan membangun Jalur Gaza.

Dia menegaskan, “Kami tidak ada tunduk pada provokasi apapun. Untuk itu dialog apapun, harus dihadiri Mahmud Abbas sebagai salah satu pihak dalam dialog dan bukan yang memimpin. Dalam dalam dialog itu didiskusikan semua factor krisis. Pemerintah dan pemilu menjadi hasil dari dialog dan bukan pendahuluan dialog.”

Dialog Palestina yang dilakukan, menurut Hamdan, harus mengembalikan bangunan persatuan nasional Palestina dan membangun kembali system politik Palestina yang menjamin hubungan kerjasama antara pimpinan politik dan perlawanan. Dia mengatakan, “Yang harus disepakati adalah merekonstruksi system politik Palestina. Ada pimpinan yang dipilih rakyat secara langsung. Begitulah dialog dimulai dengan merekonstruksi system politik, termasuk merekonstruksi PLO dan pimpinan otoritas agar hubungan antara keduanya kuat. Kemudian merekonstruksi dinas keamanan sesuai asas nasional dan profesionalitas, tidak loyal kepada penjajah.”

Mengenai tuntutan pemilu presiden dan legislative yang dilaksanakan secara bersamaan, Hamdan menegaskan itu tidak bisa diterima. Dia mengatakan, “Semua harus memahami bahwa masalah pemilu tidak ditolak Hamas. Namun Hamas ingin berurutan bukan bersamaan. Pemilu dilaksanakan sesuai jadwalnya masing-masing. Jadwal pemilu presiden sudah disia-siakan, kemudian pemilu dewan nasional kemudian pemilu legislative.”

Hamdan menegaskan, “Masalahnya pada kondisi dialog dan tujuan-tujuannya. Ketika tujuan dialog adalah untuk memenangkan Abu Mazen atas perlawanan maka dialog tidak akan berhasil. Ketika dialog untuk memaksakan pandangan politik atas Hamas maka dialog tidak akan berhasil. Dan ketika mediator tidak mengambil jarak yang sama dari kedua belah pihak maka dialog juga tidak akan berhasil.”
Read More..